Apa Itu BioHacking? Yuk Ketahui Pengertian dan Manfaatnya

Pernahkan kamu mendengar istilah BioHacking? Wah, apa itu? Kalau perangkat atau akun yang dihack, sudah biasa. Lalu bagaimana dengan BioHacking? Yuk simak lebih jauh mengenai BioHacking

BioHacking terdiri dari kata “Biologi” dan “Hacking”. BioHacking merupakan sebuah modifikasi tubuh makhluk hidup menggunakan teknologi canggih. Apakah kamu tertarik untuk mempelajarinya? 

Tahukah kamu BioHacking sudah banyak dikembangkan di beberapa negara maju? Contohnya seperti Swedia, yang mana mereka menanamkan microchip di bawah kulit mereka. Microchip ini nantinya akan menggantikan kartu identitas. Wah, ngeri atau keren ya kira-kira? 

Ternyata penanaman microchip ini sudah ada sejak tahun 2015 lho. 3.000 orang Swedia bersedia menanamkan microchip ke kulit mereka. Bentuk dari microchip ini sendiri yaitu berbentuk butir beras yang kemudian ditanamkan di bawah kulit. Hebatnya lagi, microchip ini mampu bertahan selama 5 hingga 10 tahun. 

Microchip ini tak hanya berguna untuk kartu identitas saja. Microchip ini juga berguna untuk kunci rumah. Lebih praktis dan keamanan terjamin. Kamu bahkan tidak perlu khawatir kunci rumah tertinggal atau rumahmu kemasukan pencuri. 

BioHacking

Di Swedia sendiri, tren microchip yang ditanamkan di bawah kulit sudah menjadi budaya di negara tersebut. Lagipula, negara Swedia memang hidup dekat dengan teknologi. Terdapat kelompok dalam ideologi BioHacking. Yaitu adalah kelompok wetware hacker dan transhumanis. 

Wetware hacker adalah ilmuwan atau ahli biologi yang membangun sebuah laboratorium dari peralatan rumah tangga. Mereka melakukan praktek sains yang minim biaya alias hemat yang akan memperbaiki standar kehidupan di negara tersebut. 

Sedangkan kelompok lainnya yaitu transhumanis lebih fokus pada meningkatkan kemampuan tubuh manusia yang bertujuan untuk memperbaiki ras manusia. Tentunya tujuan ini untuk jangka panjang. Dengan beberapa modifikasi tersebut, manusia dapat menandingi kecerdasan buatan di masa depan kelak. 

Rupanya BioHacking tak hanya berkembang di Swedia saja. Beberapa negara maju lainnya seperti Amerika Serikat dan Eropa juga turut serta mengembangkan ilmu BioHacking. Hanya saja memiliki tujuan yang berbeda. 

Kelompok yang berada di Amerika Serikat lebih terfokus pada pengembangan produk layanan kesehatan alternatif untuk masyarakatnya. Sedangkan kelompok yang berada di Eropa lebih memusatkan perhatian pada pencarian cara untuk menolong masyarakat di dunia membangun atau  terlibat dalam proyek pagi. 

Lantas mengapa tren BioHacking ini amat menjamur di negara Swedia? Alasannya sederhana. Yakni orang Swedia memiliki kepercayaan yang kuat terhadap hal-hal yang berhubungan dengan digital. Orang Swedia memiliki kepercayaan yang sangat mendalam terhadap potensi positif teknologi. 

Budaya negara Swedia yang lekat dengan teknologi membuahkan hasil yang manis. Swedia dinilai sebagai negara yang berhasil sedunia dalam menciptakan dan mengekspor produk digital. Hal ini terbukti dengan perekonomian Swedia yang sebagian besar telah berbasis digital. Contohnya seperti ekspor digital, layanan digital, dan invasi teknologi digital. 

Sebenarnya BioHacking juga banyak diterapkan, tak hanya penanaman microchip di bawah kulit. Ada juga augmentasi manusia, yang mana menggabungkan unsur teknologi dan medis untuk penerapannya. Augmentasi manusia banyak dimanfaatkan untuk menolong orang yang mengalami cacat fisik. 

Bagaimana menurut kalian? Apakah di negara Indonesia sendiri diperlukan penanaman microchip untuk masyarakatnya? Apakah kamu setuju jika kamu ditanami microchip di bawah kulitmu? Memang, dengan adanya microchip ini, kamu akan lebih praktis dalam berbagai aktivitas penting. 

Tak menutup kemungkinan kamu menemukan teknologi canggih lainnya yang nantinya dapat dikembangkan dan berguna untuk masa depan. 

Leave a comment

Your email address will not be published.