Apa Kelebihan M1 dibanding Intel?

Sebuah sejarah baru bagi Apple, kini seri Macbook terbarunya telah menggunakan chip yang diproduksi sendiri yakni Apple M1. Kalau sebelum-sebelumnya sih perusahaan rintisan Steve Jobs ini rutin menggunakan prosesor Intel seri core, tapi sejak beberapa tahun lalu memang sudah muncul rumor kalau akan terjadi peralihan. Hal yang sama juga dilakukan pada tahun 2006 lalu, Apple pernah mengambil langkah serupa ketika beralih dari PowerPC ke Intel. Bedanya kali ini proses M1 dibuat oleh Apple sendiri.

M1 bukan hanya berisi prosesor utama, lebih tepat disebut sebagai System-on-Chip (Soc) seperti Qualcomm Snapdragon di ponsel atau chip Apple A series. Terdiri dari berbagai komponen seperti prosesor AI, GPU,, DRAM, hingga prosesor audio yang dulunya diletakkan secara terpisah di laptop atau komputer. Nah, apa saja sih kelebihan M1 dibanding Intel? Yuk simak perbandingan berikut ini.

M1 vs Intel, Mana yang Lebih Unggul?

Berbagai review dan benchmark antara M1 dengan Intel ternyata mengunggulkan M1. Karena tidak mau kalah, Intel Buka suara dengan memaparkan hasil benchmark versi mereka, khususnya pada seri teranyar Core Gen-11.

Performa

Apple M1 punya performa lebih tinggi dari semua laptop atau komputer di seluruh dunia pada kelas yang sama, jadi bukan hanya prosesor intel saja. Menurut skor benchmark di GeekBench, MacBook Air dengan chip M1 bisa mengalahkan skor milik MacBook Pro 16 inch yang dipasang prosesor intel. Setiap pengguna tentu menginginkan performa laptop atau komputer yang tinggi sehingga kegiatan mereka dapat terselesaikan dengan cepat. Bisa dibilang klaim dari Apple tidak sepihak, karena faktanya telah ditegaskan oleh review pengguna dan skor benchmark yang cenderung lebih tinggi dari Intel.  

Daya Tahan Baterai

MacBook Air, MacBook Pro, dan Mac Mini varian terbaru berbasis M1 mempunyai daya tahan baterai 2 kali lebih lama daripada pendahulunya. Untuk pemutaran video bisa sampai 20 jam, kalau dipakai sambil internet via wifi paling lama 17 jam. Walaupun begitu, Apple tidak mengumumkan berapa tepatnya skor benchmark yang dipakai sebagai referensi pernyataan mereka terhadap peningkatan kinerja. Apple silicon berbasis ARM di Mac berfokus pada efisiensi energi. Hal ini tentu bermanfaat bagi para pengguna yang mengandalkan energi dari baterai.

Kontol penuh Oleh Apple

Kenapa Apple meninggalkan prosesor Intel? Salah satu alasannya adalah prosesor Intel bukan buatan Apple, sehingga mereka tidak memiliki kontrol penuh atasnya.  Kalau ada kecacatan desain ataupun bug tertentu, mereka hanya bisa menunggu perbaikan dari pihak pembuat prosesor tersebut. Namun kalau chip diproduksi sendiri, Apple tentu bisa memberikan banyak inovasi, merilis produk sesuai target misalnya ingin chip yang lebih sedikit menghasilkan panas dan hemat baterai. Jadi tak perlu menunggu kepastian dari pihak ketiga seperti Intel.

Lebih Banyak Fitur Unik

Hal menarik lainnya dari chip M1 adalah kehadiran fitur-fitur baru seperti Apple Neural Eugene, Apple Secure Enclave, Apple Image Signal, dan lain sebagainya yang bisa digunakan pengguna Mac terbaru. Tentu fitur tersebut tidak ada pada prosesor Intel. Performa Apple M1 nantinya akan semakin membaik karena dilengkapi dengan fitur lebih bervariasi dan unik. Ini bukan Cuma efisiensi energi baterai dan performa prosesor lebih tinggi saja, tapi chip yang juga memiliki fitur di dalamnya. Kedepan, kemungkinan akan muncul lebih banyak aplikasi untuk Mac berbasis M1.

Beberapa hal di atas adalah kelebihan M1 dibanding Intel, tapi bukan berarti tidak ada kekurangannya. Meskipun efisiensi daya bisa berkali-kali lipat dengan performa tinggi, para pengguna produk Mac tidak dapat upgrade kapasitas memori (RAM). Hal ini dikarenakan sistem berbasis S1 telah menyatu dalam kemasan System on Chip. Jumlah paling mentok sekarang berada di 16 GB.

Mungkin Apple akan menyediakan kapasitas memori lebih tinggi pada M1 di masa mendatang. Sehingga pengguna dapat slot ekspansi untuk upgrade. Tapi kalau Anda membutuhkan RAM lebih besar, silahkan pilih produk Mac yang menggunakan prosesor Intel. M1 dibuat dengan proses fabrikasi 5 nm, dibekali dengan 8 core CPU, empat core untuk hemat daya dan empat core berkinerja tinggi. 7-8 core untuk pengolah grafis. Prosesor ini bisa 3,5x lebih cepat dibandingkan prosesor intel, dengan pengolahan grafis 5 kali lebih kencang. Meskipun menjalankan game dengan grafis tinggi tetap kuat dibandingkan generasi sebelumnya yang diotaki Intel. Transisi total Apple dari Intel ke chip buatan sendiri seperti nasib PowerPC pada 2006, hanya masalah waktu saja.

Nah, itulah beberapa kelebihan M1 dibanding Intel. Tentu besutan chip terbaru dari Apple ini disambut antusias oleh para penggemarnya. Kalau Anda pribadi lebih memilih Mac dengan Intel atau M1? Tentu harus dicoba dulu baru tahu, ya. Semoga informasi kami bermanfaat.

Published
Categorized as Ulasan

Leave a comment

Your email address will not be published.